Langsung ke konten utama

Puisi TANGISAN AIR MATA BUNDA


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Biografi dan Profil Boenjamin Setiawan - Dokter Terkaya Pendiri Kalbe Farma

Biografi dan Profil Boenjamin Setiawan - Dokter Terkaya Pendiri Kalbe Farma Biografiku.com  - Boenjamin Setiawan atau dr. Boen dikenal sebagai seorang dokter sekaligus salah satu pengusaha terkaya di Indonesia. Kekayaannya berasal dari usahanya yang bergerak bidang farmasi/obat-obatan. Beonjamin Setiawan merupakan pemilik sekaligus pendiri PT Kalbe Farma, salah satu perusahaan farmasi terkemuka di Indonesia. Boenjamin Setiawan dilahirkan  pada tanggal 27 September 1933 di kota Tegal, Jawa Tengah. Ia memulai pendidikannnya di SD di Tegal, tamat dari SD, ia kemudian pindah ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikannya di SMP dan SMA. Lulus SMA, Boenjamin Setiawan kemudian melanjutkan pendidikannya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Ia kemudian lulus sebagai dokter pada tahun 1958. Boenjamin Setiawan kemudian melanjutkan pendidikannya keluar negeri. Universitas yang ia tuju kali ini adalah University of California. Disana ia meraih gelar Ph.D dengan disertasi...

Cendekiawan Islam pada zaman Bani Umayyah

Cendekiawan Islam pada zaman Bani Umayyah, antara lain : Sejak jaman dahulu, kemajuan suatu bangsa selalu ditandai dengan kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan budaya. Hal ini sudah terbukti dalam sejarah, tercatat bahwa semasa pemerintahan khalifah-khalifah Daulah Umayyah, pertumbuhan ilmu pengetahuan pada masa Umayyah baik semasa Daulah Umayyah di Damaskus (661 -750 M) maupun dimasa Daulah Umayyah di Andalusia atau Spanyol (756 -1031 M). Damaskus  yang sekarang menjadi ibukota negara Suriah menjadi saksi sejarah betapa majunya peradaban dan ilmu pengetahuan saat itu. Di Kota Damaskus saatitu banyak didirikan gedung-gedung yang indah. Lingkungan di sekeliling kota juga dibangun dengan tata kota yang sangat teratur. Di kota itu juga dibuat taman-taman kota yang asri, nyaman, dan sedap dipandang mata. Jalan-jalan di Damaskus ditanami pe...
Aku dan Kamu Berdiri menatap matahari yang merekah Mendulang aroma pagi yang hinggap di duniaku Indah terlihat, sejuk   terasa Mengumbar bahagia dalam kebersyukuran Namun, senja itu datang, Matahariku kian tenggelam Dalam rona hitam penuh kegelapan Hanya menyisakan sisa sisa cahaya yang pudar  Ya, engkau ibarat matahariku Yang dulu indah laksana mentari pagi Dan kini menghilang ditelan awan hitam Aku dan kamu, dalam perpisahan Menetes air mata, linangan derita Merekah lah bunga kesedihan Yang menebar aroma kebusukan Tanda hancurnya kebahagiaan Namun, aku sadar Kau akan terus bersinar Kau akan terus berjalan Dan aku sadar, Tak seharusnya q meratapi takdir Aku akan menjadi rembulan Yang indah diantara kegelapan Q Kan menjadi bintang Yang berkilau diantara pekat awan hitam